Habib Rizieq

Habib Rizieq

Selasa, 05 Mei 2015

ISLAM POLITIK

ISLAM POLITIK
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Ber-politik-kah Islam ... ?
1. Jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Islam yang memiliki seperangkat aturan Politik dan Tata Negara yang lengkap dan sempurna, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Berpolitik.
2. Jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Islam yang tidak Sekuler yaitu Islam yang tidak memisahkan Agama dari urusan Negara, bahkan justru Agama dijadikan Fondasi dalam mengurus Negara, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Berpolitik.
3. Jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Islam yang peduli kepada kekuasaan Negara untuk Penerapan Syariatnya, dan selalu peduli kepada pelembagaan Hukum Islam sebagai Hukum Negara, maka sekali lagi dan sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Berpolitik.
4. Jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Islam yang menempatkan politik sebagai salah satu instrumen juang untuk menegakkan Islam, dan menjaga maslahat umatnya, serta memelihara keselamatan umat manusia, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Berpolitik.
5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Sistem yang menghalalkan segala cara untuk menguasasi Negara, dan menjadikan politik hanya sebagai alat untuk memenuhi Syahwat Kekuasaan, serta menjadikan label "Islam" hanya untuk dagangan dan dagelan politik, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah Berpolitik kotor macam itu dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.
Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

sumber asli :

https://www2.facebook.com/HabibRizieq/photos/a.205788042955513.1073741827.159905264210458/392491880951794/?type=1

Senin, 04 Mei 2015

ISLAM YANG SATU

ISLAM YANG SATU

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Satukah Islam ... ?

1. Jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam sebagai satu-satunya agama yang benar, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Satu.

2. Jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam yang memiliki Allah yang Satu, Al-Qur'an yang Satu, Nabi Muhammad yang Satu dan Qiblat yang Satu pula, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Satu.

3. Jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam yang hanya menuju Allah yang Satu, Al-Qur'an yang Satu, Nabi Muhammad yang Satu dan Qiblat yang Satu pula, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Satu.

4. Jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam yang walau pun memiliki berbagai Imam, Guru, Madzhab, Pemikiran, Pendapat, Partai, Golongan, Suku dan Bangsa, namun tetap Satu Agama yang benar yaitu Islam dengan Allah yang Satu, Al-Qur'an yang Satu, Nabi Muhammad yang Satu dan Qiblat yang Satu pula, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Satu.

5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam yang serba Satu yaitu Satu Imam, Satu Guru, Satu Madzhab, Satu Pemikiran, Satu Pendapat, Satu Partai, Satu Golongan, Satu Suku dan Satu Bangsa, sehingga tidak boleh berbeda Imam, Guru, Madzhab, Pemikiran, Pendapat, Partai, Golongan, Suku dan Bangsa, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Satu dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.

Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

sumber asli :
https://m2.facebook.com/story.php?story_fbid=10200408060480611&id=1728859212&fs=4&ref=bookmark

Minggu, 03 Mei 2015

ISLAM DAMAI



ISLAM DAMAI
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...
Damaikah Islam ... ?
1. Jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang "Rahmatan Lil 'Aalamiin" yaitu Islam yang menebar rahmat untuk semesta Alam, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Damai.
2. Jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang cinta kehidupan yang aman dan nyaman, serta tenang dan senang, bagi seluruh umat manusia, tanpa kebencian dan permusuhan, tanpa kerusuhan dan peperangan, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Damai.
3. Jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang cinta Keadilan dan Kejujuran, serta cinta Dialog dan Musyawarah, dan juga selalu membangun hubungan baik antar sesama umat manusia, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Damai.
4. Jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang Anti Kezoliman dan Kebrutalan serta Kebiadaban, dan juga Anti Kemaksiatan dan Kemunkaran serta Kesewenang-wenangan, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Damai.
5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang membiarkan Kemusyrikan dan Kebathilan, serta Kema'siatan dan Kemunkaran, juga Kezoliman dan Kebiadaban, lalu tidak melawan saat Islam dan umatnya ditindas dan dirusak serta diporak-porandakan, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Damai dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.
Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab



sumber asli :

Jumat, 01 Mei 2015

ISLAM TOLERAN

ISLAM TOLERAN

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Tolerankah Islam ... ?

1. Jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang berakhlaqul karimah, sopan dan santun, lembut dan ramah, arif dan bijak, simpatik dan menarik, terhadap muslim mau pun non muslim, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Toleran.

2. Jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang tidak kasar dan keras, tidak ganas dan beringas, tidak bengis dan sadis, dalam menyampaikan Da'wah Islam, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Toleran.

3. Jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang tidak Anti Dialog, baik Lintas Madzhab mau pun Lintas Agama, dan tidak juga Anti Kerjasama dalam kebaikan antar sesama umat manusia, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Toleran.

4. Jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang tidak mudah membid'ahkan atau memfasiqkan, apalagi mengkafirkan sesama muslim, dan tidak juga mencaci maki agama lain, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Toleran.

5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang mencampurkan adukkan agama, atau mengatakan semua agama sama dan benar, serta meyakini bahwa semua umat beragama pasti akan masuk surga, lalu membenarkan Kawin Beda Agama, dan ikut merayakan Hari Besar semua Agama, lalu berdamai dengan kebathilan dan kemunkaran serta kemusyrikan, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Toleran dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.

Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

sumber asli :
https://m2.facebook.com/HabibRizieq/photos/a.205788042955513.1073741827.159905264210458/391578424376473/?type=1&ref=bookmark

Rabu, 29 April 2015

ISLAM RADIKAL

ISLAM RADIKAL
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...
Radikalkah Islam ... ?
1. Jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang menegakkan Hukum Allah SWT secara Kaaffaah melalui pelaksanaan Da'wah dan penegakan Hisbah serta penggeloraan Jihad, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Radikal.
2. Jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang mengatakan Haq itu Haq dan Bathil itu Bathil, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Radikal.
3. Jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Radikal.
4. Jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang menolak Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), dan memerangi Korupsi, serta Anti Kapitalisme dan musuh Atheisme, serta tidak kompromi dengan kebathilan, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Radikal.
5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang tidak santun dan tidak berakhlaq, yang keras dan ganas, serta bengis dan beringas, yang juga mudah mengkafir-kafirkan sesama muslim, dan suka mengganggu orang-orang kafir yang tidak menyerang Islam, serta gemar mengobarkan perang dan huru hara, dan juga Anti Dialog antar Madzhab apalagi antar Agama, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Radikal dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.

Selasa, 28 April 2015

ISLAM MODERAT



ISLAM MODERAT
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...
Moderatkah Islam ... ?
1. Jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah Islam yang menegakkan Hukum Allah SWT secara Kaaffaah melalui penegakan Da'wah yang santun, dan Hisbah yang tegas, serta Jihad yang keras saat dibutuhkan, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah moderat.
2. Jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah Islam yang tidak mudah mengkafir-kafirkan sesama muslim, dan tidak mengganggu orang-orang kafir yang tidak menyerang Islam, serta tidak Anti Dialog antar Madzhab mau pun Agama, maka sekali
lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah moderat.
3. Jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah Islam yang berakhlaqul karimah, santun lembut dan ramah, tidak kasar dan ganas, tidak bengis dan beringas. Kalau pun terpaksa harus berjihad dengan keras, tapi tetap menjaga Akhlaq dalam peperangan, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah moderat.
4. Jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah Islam yang rajin dan disiplin serta tidak ketinggalan zaman, sehingga maju dalam bidang Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Politik dan Sains Modern, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah moderat.
5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah mencampurkan adukkan agama (Pluralisme), dan memisahkan agama dari urusan negara (Sekularisme), serta membebaskan segala kemunkaran (Liberalisme), dan berpihak kepada para konglomerat (Kapitalisme), lalu melindungi Rampok Negara (Koruptor), bahkan menolak kebenaran agama (Atheisme), serta berdamai dengan kebathilan, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Moderat dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.
Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

Kamis, 28 Agustus 2014

Nasehat Untukmu Wahai lelaki

Nasehat Untukmu Wahai lelaki

Penulis : Ade Setiawan hamba ALLAH yang hina /29/08/2014

√ Lelaki harus tegar menghadapi kehidupan, pantang menyerah, dan siap menjadi pemimpin rumah tangga
√ Lelaki yang baik tidak akan memainkan perasaan wanita, ketampanan seorang lelaki bukanlah jaminan, tetapi hati dan akhlaknya yang baik itulah lelaki terbaik.
√ Lelaki tidak boleh menunjukkan air mata kesedihan di depan umum, jika lelaki ingin menangis menangislah di dalam hati .
√ Lelaki yang baik adalah yang menangisi dosa-dosa yang diperbuatnya kepada ROBB-NYA, bukan lelaki yang menangisi karena cinta kepada manusia yang fana.
√ Dan Sebaik-baiknya lelaki ialah lelaki yang menegakkan sholat  berjamaah 5 waktu di masjid
√ Yahh.. lelaki itu termaksud di dalam hadits nabi bahwa  ada 7 golongan yang di naungi oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala pada hari kiamat yaitu

  • Pemimpin yang adil
  • Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah
  • Seseorang yang hatinya selalu terikat dengan masjid.
  • Dua orang yang saling mencintai karena Allah dan keduanya bertemu dan berpisah karena Allah.
  • Seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan kaya raya, namun lelaki itu menjawab : “Sungguh aku takut kepada Allah”,
  • Seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi
  • Seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu mengalir air matanya.


Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada ALLAH.
Lelaki ini dari kecil sudah terbiasa Sholat 5 waktu, mempelajari zikir, menghadiri majelis ta’lim dan melakukan amal  shaleh yang lain, karena hakikatnya dorongan dan ajakan syahwat di masa muda mencapai puncaknya, kebanyakan awal penyimpangan itu terjadi di masa muda. Tapi tatkala seorang pemuda sanggup untuk meninggalkan semua syahwat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala haramkan karena mengharap ridho Allah, maka dia sangat pantas mendapatkan keutamaan yang tersebut dalam hadits di atas, yaitu dinaungi oleh Allah di hari kiamat

Seseorang yang hatinya selalu terikat dengan masjid
Lelaki inilah yang senantiasa sholat berjamaah 5 waktu di masjid, suka memakmurkan masjid, dan cinta masjid dan nantinya insya ALLAH lelaki ini yang akan dinaungi oleh ALLAH di hari kiamat.

Seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan kaya raya, namun lelaki itu menjawab :
 “Sungguh aku takut kepada Allah”,
Lelaki ini diajak untuk berzina dengan wanita cantik dan kaya raya, tetapi karena imannya yang kuat dan  takutnya hanya kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, maka lelaki ini menolak dengan penuh keyakinan, keteguhan dan iman didadanya.

Seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu mengalir air matanya
Di golongan ini adalah seseorang yang terbiasa menangis air matanya pada saat sendiri dikarenakan akan dosa-dosa yang dia perbuat, dia takut ALLAH, yakin bahwa segala sesuatu yang diperbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat. Jika ada lelaki yang seperti ini sungguh luar biasa. Dan mudah-mudahan kita baik lelaki maupun perempuan bisa termaksud golongan yang selalu mengingat Allah dalam kesendirian. Jangan Cuma bisa galau dan nangis karena masalah cinta kepada manusia yang fana. Yah itu memang sifat manusiawi. Tapi seminimal mungkin hendaklah yang seperti itu dihindari. Mari kita intropeksi diri, mulai hari ini kita tanamkan rasa cinta kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala yang akan mudah membuat hati ini menangis karena-NYA.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat, Selamat hari jum’at yang penuh barokah, dan jangan lupa perbanyak sholawat. Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad....


Sumber :
*Tausyiah AL Habib Munzir Al Musawa
*Hadits Shahih Bukhari