Habib Rizieq

Habib Rizieq

Sabtu, 09 Mei 2015

GURU KENCING BERDIRI MURID KENCINGI GURU

GURU KENCING BERDIRI

MURID KENCINGI GURU



Bismillaahi wal Hamdulillaah.
Ada pepatah lama : "Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari." Pepatah ini muncul dari fakta bahwa seorang Murid pada umumnya selalu berusaha untuk meniru gurunya, bahkan sering ingin sedikit berlebih.
Karenanya, seorang Guru harus sangat hati-hati dalam berucap dan bersikap serta bertindak, agar Murid tidak meniru kesalahan Sang Guru.
Tapi di zaman sekarang ini, ada pepatah baru : "Guru Kencing Berdiri, Murid Kencingi Guru". Pepatah ini bisa berarti bahwa Murid tergantung kepada pendidikan Guru, dan bisa juga berarti bahwa Murid zaman sekarang banyak yang makin kurang ajar kepada Gurunya, serta bisa pula diartikan bahwa kini banyak Murid sudah berani membalikkan pendapat Gurunya yang "nyeleneh".
DIALOG GURU & MURID
Berikut ini, TUJUH BELAS CONTOH "Kisah Imajinatif" tentang Dialog antara seorang GURU LIBERAL dengan seorang Muridnya yang lugu dan polos serta ingin "berlebih", tapi dibalik itu ada makna yang sangat "dalam".
Walau pun ini sebuah "Kisah Imajinatif", tapi isi pendapat Sang GURU LIBERAL merupakan fakta pendapat yang sering dilontarkan para Kaum Liberal di tengah masyarakat.
Ada pun jawaban Si MURID LUGU bukan sekedar guyonan, atau hanya ingin sekedar berlebih dari Sang Guru, tapi jawaban mendalam untuk menunjukkan "Kerancuhan Pemikiran Liberal" sekaligus mengukur kadar bahayanya.
1. SHALAT & PUASA
Guru : "Shalat dan Puasa itu cukup dengan Niat dan Ingat, tanpa susah payah harus berbuat."
Murid : "Kalau begitu, Makan dan Minum pun cukup dengan Niat dan Ingat saja dong, tanpa repot-repot harus berbuat."
2. MAKSIAT
Guru : "Kesesatan dan Kema'siatan serta Kemunkaran, seperti Aliran Sesat dan Aneka Tempat Ma'siat, itu sudah lama ada, kenapa harus dimusuhi ?!"
Murid : "Kalau begitu, kan Iblis juga jauh lebih dulu ada dari manusia, bahkan sebelumnya sudah rajin ibadah lho, lalu kenapa mesti dimusuhi ya ... ?!"
3. ENERGI KESEIMBANGAN
Guru : "Taat dan Ma'siat itu dua energi yang harus selalu ada, bahkan mesti bersahabat, karena saat Energi Taat dan Energi Ma'siat bersatu akan tercipta keseimbangan umat."
Murid : "Kalau begitu, Korupsi harus dijaga dan dihormati dong, karena Energi Korup dan Energi Jujur mesti bersatu untuk ciptakan keseimbangan di tengah masyarakat."
4. KEBEBASAN BEREKSPRESI
Guru : "Orang memghina Allah dan menista Nabi adalah hak berpendapat dan merupakan bagian dari kebebasan berekspresi, sehingga tidak boleh dihakimi. Dan setiap orang bebas mengekspresikan rasa cinta dan rasa bencinya dengan ucapan mau pun perbuatan."
Murid : "Kalau begitu, orang Islam juga boleh membunuh siapa saja yang menghina Allah dan Rasul-Nya, tidak peduli dengan aturan hukum yang ada, karena mereka juga bebas mengekspresikan rasa cintanya dengan membela kecintaannya dan membunuh para penghinanya."
5. BABI
Guru : "Babi itu ciptaan Allah, sehingga tidak masuk diakal harus diharamkan. Karenanya, makan saja hingga kenyang."
Murid : "Kalau begitu, Para Penjahat semuanya juga ciptaan Allah, sehingga tidak masuk diakal dong untuk dimusuhi. Karenanya, temani saja dengan senang."
6. AHMADIYAH
Guru : "Ahmadiyah itu memang munkar, tapi itulah fakta kehidupan, nikmati saja, tidak usah marah-marah, apalagi bertindak keras !"
Murid : "Kalau begitu, jika isteri Tuan Guru diperkosa orang, maka itu kan munkar yang jadi fakta kehidupan, ya nikmati saja, tidak usah marah dong, apalagi bertindak keras !"
7. PERSAINGAN TUHAN
Guru : "Konflik antar Islam dan Ahmadiyah tidak lebih hanya merupakan Persaingan antara Nabi Arab dan Nabi India."
Murid : "Kalau begitu, semua Konflik antar umat beragama, tidak lebih hanya merupakan Persaingan antara Tuhan Arab dan Tuhan Eropa, serta Tuhan Cina dan Tuhan Melayu ... dan seterusnya ... banyak juga ya Tuhan yang bersaing ...?!"
8. PEMIMPIN KAFIR
Guru : "Lebih baik Pemimpin Kafir asal jujur dan adil, serta cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Muslim tapi korup dan khianat, serta bodoh dan pemalas."
Murid : "Kalau begitu, lebih baik jadi orang Kafir saja asal kaya raya, daripada jadi orang Islam tapi miskin dan susah ... !"
9. KTP KOSONG
Guru : "Di KTP tidak perlu ada kolom agama, karena berpotensi melahirkan Diskriminasi antar umat beragama."
Murid : "Kalau begitu, kolom jenis kelamin itu berpotensi Diskriminasi antar Pria dan Wanita, kolom umur juga berpotensi Diskriminasi antar Tua dan Muda, kolom alamat pun berpotensi Diskriminasi antar Kampung dan Daerah, kolom pekerjaan berpotensi pula Diskriminasi antar Profesi, bahkan kolom nama bisa berpotensi Diskriminasi antar Suku dan Golongan. Jadi, sempurnanya dalam KTP tdk perlu ada kolom nama, umur, jenis kelamin, agama mau pun alamat ... ya KTP KOSONG saja lah ... !"
10. KENTUT
Guru ; "Islam itu aneh, saat wudhu batal karena buang angin, maka saat wudhu lagi harus basuh muka. Kok yang kentut dari pantat, tapi muka yang dicuci ... ?!"
Murid : "Kalau begitu, yang kentut itu kan pantat, kenapa muka yang malu, mestinya pantat dong yang malu ... ?!"
11. PALANG MERAH
Guru : "Umat Islam tidak usah menuntut penggantian Palang Merah dengan Hilal Merah, karena Indonesia bukan Negara Islam."
Murid : "Kalau begitu, Palang Merah juga mestinya tidak boleh digunakan, karena Indonesia pun bukan Negara Kristen .... Apa diganti saja dengan "Jengkol" yang tidak ada kaitan dengan agama apa pun ... ?!"
12. LIBUR JUM'AT
Guru : "Yang "menuntut" libur Jum'at terlalu fanatik terhdap agama Islam. Padahal, Indonesia bukan Negara Islam."
Murid : "Kalau begitu, yang "memberlakukan" Libur Ahad lebih lagi fanatiknya terhadap agama Kristen. Padahal, Indonesia kan bukan Negara Kristen. Kenapa tidak Libur Senin atau Selasa saja ya ... ?! Atau Libur Rabu atau Kamis gitu .... ?! Agar tidak ada kaitan dengan agama apa pun ... !!!"
13. KORUP
Guru : "Di Indonesia, yang korup dan yang jadi penjahat banyak muslimnya. Kenapa ya ... ?!
Murid : "Kalau begitu : Di Amerika, yang korup dan jadi Gangster banyak Kristennya. Dan di Italia, yang korup dan jadi Mafia banyak Katholiknya. Serta di India, yang korup dan jadi Bajingan banyak Hindunya. Dan di Thailand yang korup dan jadi Perampok banyak Budhanya. Serta di China yang korup dan jadi Bajingan banyak Khong Hu Chunya. Kenapa juga ya ... ?!"
14. SAINS
Guru : "Sains Modern dikembangkan oleh Para ilmuwan Non Muslim, kenapa umat Islam tidak malu memakai produknya ... ?!"
Murid : "Kalau begitu, Sains Modern kan ditemukan oleh Ilmuwan Muslim, kenapa para Ilmuwan Non Muslim tidak malu mengembangkannya ... ?!"
15. IBLIS
Guru : "Iblis tercipta dari Api, lalu nanti masuk Neraka dan disiksa dibakar dengan Api, tentu tidak ada pengaruh, karena Api bertemu dengan Api ... "
Murid : "Kalau begitu, Manusia diciptakan dari Tanah, lalu jika dihantam Genteng atau Batu Bata yang tebuat dari Tanah, mestinya tidak ada pengaruh, karena Tanah bertemu dengan Tanah ... "
16. KEKERASAN
Guru : "Apa pun alasannya, dan apa pun jenis serta bentuknya, yang namanya Kekerasan adalah tindakan terkutuk."
Murid : "Kalau begitu, tindakan Polisi menembak Teroris, dan tindakan Tentara memerangi Separatis, serta tindakan warga melawan Perampok yang ingin menjarah hartanya dan memperkosa isterinya serta membantai anak-anaknya, juga tindakan terkutuk. Kasihan ya, kok bela diri, bangsa dan negara jadi terkutuk ... ?!
17. KESETARAAN GENDER
Guru : "Pria dan Wanita sama dan sederajat, tidak boleh ada perbedaan di antara keduanya."
Murid : "Kalau begitu, Pria wajib Hamil, Melahirkan, Nifas dan Haidh sebagaimana dialami Wanita, agar sama dan sederajat."







sumber asli :

Selasa, 05 Mei 2015

ISLAM POLITIK

ISLAM POLITIK
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Ber-politik-kah Islam ... ?
1. Jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Islam yang memiliki seperangkat aturan Politik dan Tata Negara yang lengkap dan sempurna, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Berpolitik.
2. Jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Islam yang tidak Sekuler yaitu Islam yang tidak memisahkan Agama dari urusan Negara, bahkan justru Agama dijadikan Fondasi dalam mengurus Negara, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Berpolitik.
3. Jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Islam yang peduli kepada kekuasaan Negara untuk Penerapan Syariatnya, dan selalu peduli kepada pelembagaan Hukum Islam sebagai Hukum Negara, maka sekali lagi dan sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Berpolitik.
4. Jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Islam yang menempatkan politik sebagai salah satu instrumen juang untuk menegakkan Islam, dan menjaga maslahat umatnya, serta memelihara keselamatan umat manusia, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Berpolitik.
5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Politik adalah Sistem yang menghalalkan segala cara untuk menguasasi Negara, dan menjadikan politik hanya sebagai alat untuk memenuhi Syahwat Kekuasaan, serta menjadikan label "Islam" hanya untuk dagangan dan dagelan politik, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah Berpolitik kotor macam itu dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.
Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

sumber asli :

https://www2.facebook.com/HabibRizieq/photos/a.205788042955513.1073741827.159905264210458/392491880951794/?type=1

Senin, 04 Mei 2015

ISLAM YANG SATU

ISLAM YANG SATU

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Satukah Islam ... ?

1. Jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam sebagai satu-satunya agama yang benar, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Satu.

2. Jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam yang memiliki Allah yang Satu, Al-Qur'an yang Satu, Nabi Muhammad yang Satu dan Qiblat yang Satu pula, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Satu.

3. Jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam yang hanya menuju Allah yang Satu, Al-Qur'an yang Satu, Nabi Muhammad yang Satu dan Qiblat yang Satu pula, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Satu.

4. Jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam yang walau pun memiliki berbagai Imam, Guru, Madzhab, Pemikiran, Pendapat, Partai, Golongan, Suku dan Bangsa, namun tetap Satu Agama yang benar yaitu Islam dengan Allah yang Satu, Al-Qur'an yang Satu, Nabi Muhammad yang Satu dan Qiblat yang Satu pula, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Satu.

5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam yang Satu adalah Islam yang serba Satu yaitu Satu Imam, Satu Guru, Satu Madzhab, Satu Pemikiran, Satu Pendapat, Satu Partai, Satu Golongan, Satu Suku dan Satu Bangsa, sehingga tidak boleh berbeda Imam, Guru, Madzhab, Pemikiran, Pendapat, Partai, Golongan, Suku dan Bangsa, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Satu dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.

Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

sumber asli :
https://m2.facebook.com/story.php?story_fbid=10200408060480611&id=1728859212&fs=4&ref=bookmark

Minggu, 03 Mei 2015

ISLAM DAMAI



ISLAM DAMAI
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...
Damaikah Islam ... ?
1. Jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang "Rahmatan Lil 'Aalamiin" yaitu Islam yang menebar rahmat untuk semesta Alam, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Damai.
2. Jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang cinta kehidupan yang aman dan nyaman, serta tenang dan senang, bagi seluruh umat manusia, tanpa kebencian dan permusuhan, tanpa kerusuhan dan peperangan, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Damai.
3. Jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang cinta Keadilan dan Kejujuran, serta cinta Dialog dan Musyawarah, dan juga selalu membangun hubungan baik antar sesama umat manusia, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Damai.
4. Jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang Anti Kezoliman dan Kebrutalan serta Kebiadaban, dan juga Anti Kemaksiatan dan Kemunkaran serta Kesewenang-wenangan, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Damai.
5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Damai adalah Islam yang membiarkan Kemusyrikan dan Kebathilan, serta Kema'siatan dan Kemunkaran, juga Kezoliman dan Kebiadaban, lalu tidak melawan saat Islam dan umatnya ditindas dan dirusak serta diporak-porandakan, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Damai dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.
Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab



sumber asli :

Jumat, 01 Mei 2015

ISLAM TOLERAN

ISLAM TOLERAN

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Tolerankah Islam ... ?

1. Jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang berakhlaqul karimah, sopan dan santun, lembut dan ramah, arif dan bijak, simpatik dan menarik, terhadap muslim mau pun non muslim, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Toleran.

2. Jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang tidak kasar dan keras, tidak ganas dan beringas, tidak bengis dan sadis, dalam menyampaikan Da'wah Islam, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Toleran.

3. Jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang tidak Anti Dialog, baik Lintas Madzhab mau pun Lintas Agama, dan tidak juga Anti Kerjasama dalam kebaikan antar sesama umat manusia, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Toleran.

4. Jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang tidak mudah membid'ahkan atau memfasiqkan, apalagi mengkafirkan sesama muslim, dan tidak juga mencaci maki agama lain, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Toleran.

5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Toleran adalah Islam yang mencampurkan adukkan agama, atau mengatakan semua agama sama dan benar, serta meyakini bahwa semua umat beragama pasti akan masuk surga, lalu membenarkan Kawin Beda Agama, dan ikut merayakan Hari Besar semua Agama, lalu berdamai dengan kebathilan dan kemunkaran serta kemusyrikan, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Toleran dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.

Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

sumber asli :
https://m2.facebook.com/HabibRizieq/photos/a.205788042955513.1073741827.159905264210458/391578424376473/?type=1&ref=bookmark

Rabu, 29 April 2015

ISLAM RADIKAL

ISLAM RADIKAL
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...
Radikalkah Islam ... ?
1. Jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang menegakkan Hukum Allah SWT secara Kaaffaah melalui pelaksanaan Da'wah dan penegakan Hisbah serta penggeloraan Jihad, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Radikal.
2. Jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang mengatakan Haq itu Haq dan Bathil itu Bathil, maka sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Radikal.
3. Jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Radikal.
4. Jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang menolak Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), dan memerangi Korupsi, serta Anti Kapitalisme dan musuh Atheisme, serta tidak kompromi dengan kebathilan, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah Radikal.
5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Radikal adalah Islam yang tidak santun dan tidak berakhlaq, yang keras dan ganas, serta bengis dan beringas, yang juga mudah mengkafir-kafirkan sesama muslim, dan suka mengganggu orang-orang kafir yang tidak menyerang Islam, serta gemar mengobarkan perang dan huru hara, dan juga Anti Dialog antar Madzhab apalagi antar Agama, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Radikal dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.

Selasa, 28 April 2015

ISLAM MODERAT



ISLAM MODERAT
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...
Moderatkah Islam ... ?
1. Jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah Islam yang menegakkan Hukum Allah SWT secara Kaaffaah melalui penegakan Da'wah yang santun, dan Hisbah yang tegas, serta Jihad yang keras saat dibutuhkan, maka Islam sejak zaman Nabi SAW sudah moderat.
2. Jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah Islam yang tidak mudah mengkafir-kafirkan sesama muslim, dan tidak mengganggu orang-orang kafir yang tidak menyerang Islam, serta tidak Anti Dialog antar Madzhab mau pun Agama, maka sekali
lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah moderat.
3. Jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah Islam yang berakhlaqul karimah, santun lembut dan ramah, tidak kasar dan ganas, tidak bengis dan beringas. Kalau pun terpaksa harus berjihad dengan keras, tapi tetap menjaga Akhlaq dalam peperangan, maka sekali lagi dan sekali lagi, kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah moderat.
4. Jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah Islam yang rajin dan disiplin serta tidak ketinggalan zaman, sehingga maju dalam bidang Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Politik dan Sains Modern, maka sekali lagi dan sekali lagi serta sekali lagi kita katakan bahwa Islam sejak zaman Nabi SAW sudah moderat.
5. Namun, jika yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah mencampurkan adukkan agama (Pluralisme), dan memisahkan agama dari urusan negara (Sekularisme), serta membebaskan segala kemunkaran (Liberalisme), dan berpihak kepada para konglomerat (Kapitalisme), lalu melindungi Rampok Negara (Koruptor), bahkan menolak kebenaran agama (Atheisme), serta berdamai dengan kebathilan, maka Islam tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi Moderat dari zaman Nabi SAW hingga Hari Qiyamat.
Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab