Habib Rizieq

Habib Rizieq

Selasa, 15 September 2015

Inilah kebijakan ahok yang " WAJIB" dikoreksi

Inilah kebijakan ahok yang " WAJIB" dikoreksi, 
------------------------------------------------------------
#oleh ade setiawan
------------------------------------------------------------
Dari jaman dahulu yg namanya masyarakat betawi kalau mau berkurban boleh-boleh saja di halaman masjid, di halaman sekolah, di halaman kantor ataupun dipinggir jalanan, itu sudah merupakan syariat bahwa rosul pun memotong hewan qurban di tempat umum. yaitu ketika nabi selesai menunaikan sholat idul adha, beliau langsung ke lapangan untuk memotong hewan qurban, jadi jika umat islam dilarang untuk memotong hewan qurban baik itu di lapangan, di sekolah, ataupun di tempat umum lainnya, ini menyalahi sunnah rosul, ingat qurban ini merupakan ibadah umat islam, ini bagian agama, ini syiar islam, jika ahok membuat peraturan pelarangan pemotongan hewan qurban di tempat umum, ini berarti ahok melanggar konstitusi ?  bahwa uud 1945 menjamin bahwa "setiap orang berhak memeluk agama dan menjalankan ibadahnya masing2" , 

terus ada pendukung ahok beralasan bahwa jika memotong hewan qurban di pinggir jalanan, nanti dapat menyebabkan darahnya mengotori jalanan dan menyebabkan penyakit, maka itu alangkah baiknya memotong hewan qurban di rumah pemotongan hewan qurban saja.

jawaban :
sekarang begini, memotong hewan qurban ini merupakan ibadah untuk ALLAH, jika anda beralasan takut darahnya menetes mengotori jalanan sehingga menyebabkan penyakit, ini adalah pemahaman yang keliru, dari jaman dahulu orang-orang tua kita tuh gak ada yg kena penyakit gara-gara menyembelih hewan qurban, insya ALLAH karena ini ibadah, ALLAH yang menjamin keberkahan ibadah qurban ini, karena ini adalah perintah ALLAH, ini syiar ISLAM, kalau ALLAH yang menjamin keberkahannya ibadah qurban ini ? anda bisa apa sebagai manusia ? 

Dan kedua kalau umat islam disuruh menyembelih hewan qurban di rumah pemotongan hewan qurban salah satunya yaitu daerah cakung, jika ini diterapkan apakah akan bisa ?  ingat jumlah umat islam di jakarta yang ingin menyembelih hewan qurban itu banyak, bisa jutaaan, kalau nanti penyembelihan hewan qurbannya terpusat di daerah cakung, yang ada membuat daerah cakung menjadi "MACET" , jangankan mengadakan qurban di  daerah cakung, hari biasa saja sudah "MACET" ,apalagi mau diadakan pemotongan hewan qurban terpusat ??? ini tanda Tanya besar ,ini yang disebut unlogikal ( tidak logika)
-----------------------


baca juga berita ahok wajibkan pemotongan hewab qurban di RPH, ini linknya

m.suara-islam.com/mobile/detail/15395/-Buat-Gaduh-Lagi--Ahok-Wajibkan-Pemotongan-Hewan-Kurban-di-RPH



catatan : 
maaf kami tidak mau berdebat, tugas kami hanya menyampaikan suatu kebenaran kepada orang islam, karena itu jika antum sependapat alhamdulillah, jika tidak ya sudah# saya tidak memaksa anda supaya sepaham dengan saya,

Jumat, 04 September 2015

SEBUAH KESIA-SIAAN



SEBUAH KESIA-SIAAN

Oleh : Buya Yahya
Pengasuh LPD Al-Bahjah
Kadang seorang menjadi sombong bukan dengan harta dan pangkat, akan tetapi sombong dengan amal baik dan akhirat. Sedikit memahami ilmu hadits, berikut riwayat dan syarahnya merasa dirinya lebih hebat dari orang lain. Sehingga dengan mudahnya seseorang menyalahkan orang lain dan berkata "Mereka itu orang-orang bodoh tidak mengerti hadits seperti aku ".
Yang faham tentang fiqih, dengan lancangnya mengomentari orang lain dengan nada merendahkan, "Kasihan mereka itu orang bodoh dan tidak mengerti fiqih seperti aku". Sedikit menghafal al Qur'an, lalu dengan mudahnya meremehkan orang lain dan berkata "Mereka orang-orang bodoh yang tidak hafal al Qur'an seperti aku". Terjun di dunia da'wah mulai banyak pengikut dan pengagumnya lalu mereka merasa bahwa ia telah melakukan suatu tugas besar, kemudian mulai menghinakan dan merendahkan yang lainnya dan berkata "Kasihan mereka itu pada tidak bergerak di dalam da'wah seperti aku" atau "cara berdakwah mereka tidak sehebat caraku". Yang sudah bisa bangun malam, bertahajud, melakukan puasa, lalu memandang orang lain dengan picik dan rendah lalu berkata "Kasihan mereka punya ilmu, tetapi tidak pernah bangun malam seperti aku.", "Tidak pernah berpuasa seperti aku!" dan seterusnya.
"Aku" yang dibesarkan, "Aku" yang diagungkan. Tidak tahu kalau makhluk pertama yang mengagungkan ke-Aku-annya adalah iblis, saat berkata "Aku lebih baik dari manusia". Sungguh, semestinya seseorang tidak akan sombong dengan akhirat. Seharusnya seseorang tidak bisa sombong dengan ketaatannya dan keistiqomahan. Jika ada yang sombong dengan hafalan Al-Qur'annya atau sedikit ilmu fiqihnya atau kiprahnya di dunia dakwah, hal itu disebabkan karena adanya sesuatu yang salah di dalam mereka menjalani ketaatan. Yang telah melakukan sebuah amal kebaikan lalu meremehkan orang lain maka semestinyalah ia segera koreksi amal-amal tersebut. Bisa jadi karena telah ada riya di dalam beramal (pamrih yang selain Allah). Barangkali karena ketidakmengertian akan hakekat sebuah amal kebaikan. Mungkin saja kecintaannya kepada pangkat dan dunia telah melalaikan akan maksud sebuah ilmu dan amal.
Sebuah kelompok atau seseorang yang tersesat dalam ilmu dan amalnya akan ditandai dengan kesombongan akan ke-Aku-annya dan begitu mudahnya meremehkan yang lainnya. Maunya menyalahkan, memfitnah dan menggunjing kelompok atau orang lain. Atau paling tidak akan menyimpan kebencian kepada yang lainnya atau adanya kegembiraan tersembunyi jika ada musibah menimpa orang atau kelompok lain. Tiada sapa, teguran beradab, prasangka baik dan upaya indah untuk menjadikan yang lainnya baik.
Sebaliknya, ahli ilmu dan amal baik yang sesungguhnya dan ahli istiqomah yang tulus akan semakin tawadhu' dan merendah kepada Allah dan kepada sesama manusia. Yang telah mempunyai ilmu dengan ketulusan akan selalu melihat orang lain yang terjerumus dengan mata kasih dan rindu untuk bisa menolongnya. Senantiasa memohon kepada Allah agar dirinya menjadi sebab baiknya orang lain, agar pintu hidayah segera dibukakan untuknya. Kepada orang yang berilmu lainnya akan sangat menghargai dan mencintainya. Jika ada yang berhasil dari mereka ia akan berbangga dan bersyukur. Dan disaat melihat orang lain yang berilmu belum terlihat berhasil atau prestasinya di bawah keberhasilannya akan ia bantu dan perjuangkan agar bisa maksimal dalam keberhasilannya.
Pernahkah disaat Allah memuliakan kita dengan hafalan Al-Qur’an atau ilmu fiqih atau ilmu hadits atau kemudahan dalam berdakwah lalu kita senantiasa takut jika ini semua menjadi tidak bermanfat dan tidak diterima oleh Allah? Dan alangkah sia-sianya usaha kita jika buah ilmu kita tidak bisa kita petik di akhirat. Alangkah mengerikannya jika gelar Ustad, Kiai, Orang soleh, Penghafal Al-Qur’an, Ahli fiqih, Ahli hadits dan lain sebagainya hanya kita peroleh di dunia, sementara di akhirat kita didustakan dan ditolak gelar-gelar tersebut oleh Allah SWT.
Pernahkah kita merenung, apakah ilmu dan amal yang diberikan oleh Allah kepada kita telah menjadikan kita semakin dekat dan takut kepada Allah atau justru kita bertambah kurang ajar dan jauh dari Allah? Pernahkah kita berfikir apakah amal dan ilmu kita menjadikan kita semakin mesra, indah dan saling mencintai kepada sesama? Adakah rasa kasih dan sayang terpancar dari ilmu kita disaat kita melihat saudara kita yang terjerumus dalam nistanya kemaksiatan?.Atau justru amal dan ilmu tersebut telah menjadikan kita semakin sombong, memandang picik dan menghinakan mereka? Sudahkah kita insyaf untuk menjadi hamba yang beruntung yang senantiasa berfikir bagaimana amal dan ilmu kita bisa diterima oleh Allah? Atau justru gebyar keberhasilan ilmu dan amal kita hanya menjadikan kita orang yang selalu berfikir bagaimana berilmu dan beramal saja tanpa ada kerinduan kepada Allah? Dan pernahkah selama ini kita berfikir untuk merenungi ini semua?.
Wallahu alam bisshowab…

sumber :

https://web.facebook.com/buyayahya.albahjah/posts/844565218929848:0

Jumat, 07 Agustus 2015

PENGERTIAN SINGKAT SEPILIS

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Bismillah.. walhamdulillah...wala..haula walaa quwwata illah billah...

Penulis : Ade Setiawan


Pada kesempatan ini penulis ingin menjelaskan bahaya pemahaman SEPILIS. Apa itu SEPILIS ? tentunya itu bukan penyakit kelamin, tetapi ini adalah penyakit pemikiran yang luar biasa bahayanya bagi umat islam dewasa ini. SEPILIS sendiri adalah singkatan dari SEKULERISME, PLURALISME, LIBERALISME. Sebuah paham yang mampu menghancurkan negara KHILAFAH UTSMAN (turkey) pada tahun 1924. Paham ini yang merubah khilafah utsman(turkey)  yang berpegang teguh pada syariat islam menjadi negara yang jauh dari agama. Tentunya penulis tidak ingin menjelaskan hancurnya khilafah utsman. Tetapi menjelaskan bagaimana paham ini bisa terlahir dan apa tujuan dari paham ini.

SEKULERISME

SEKULERISME artinya sebuah paham yang memisahkan ajaran agama dengan urusan negara. Apa maksudnya ? , ini berarti ilmu agama tidak boleh masuk ke ranah pemerintahan ataupun negara. Jadi jika ada kebijakan ataupun peraturan yang dikeluarkan negara, agama tidak boleh ikut campur. Meskipun kebijakan itu bertentangan dengan nilai agama. “Agama urusin ajah umatnya,  urusan negara biar kami yang urus”, begitulah kicauan dari tokoh-tokoh sekuler. Contoh sekulerisme misalnya dikeluarkannya peraturan undang-undang yang mebolehkan (menghalalkan) MIRAS beredar, padahal minuman keras sendiri hukumnya dalam agama adalah HAROM, jadi kesimpulannya PERATURAN NEGARA dan PERATURAN ALLAH bertentangan.

LIBERALISME

LIBERALISME  adalah sebuah paham yang mengagungkan kebebasan, yang mengedepankan logika berpikir dibanding iman. Serta paham ini  mengakibatkan komplikasi dari berbagai penyakit pemikiran yaitu Pluralisme, Sekularisme, Materialisme dan Rasionalisme,

PLURALISME

PLURALISME adalah sebuah paham yang mencampuradukkan ajaran agama, menganggap semua agama benar, semua agama masuk syurga dan menganggap semua agama mempunyai tuhan yang sama. Contohnya adalah orang ISLAM boleh ikut misa di gereja, orang nasrani boleh sholat di masjid.

Begitukah pengertian singkat SEPILIS, semoga bermanfaat.
Insya ALLAH akan dibahas lebih lanjut sejarah paham SEPILIS diartikel selanjutnya.







  





Sabtu, 18 Juli 2015

JK OTAK DENGKUL ???

JK OTAK DENGKUL ???

oleh : AL HABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB
Tolikara Papua mendadak menjadi perhatian nasional dan internasional setelah terjadinya INTOLERANSI terhadap umat Islam dengan penyerbuan ratusan orang dan pembakaran MASJID serta 11 kios dan 2 rumah warga muslim saat pelaksaan Shalat Idul Fithri 1436 H. Namun ada sumber menyatakan bahwa yang terbakar lebih banyak dari yang diberitakan.
Sungguh ini merupakan pencederaan toleransi antar umat beragama. Namun disayangkan muncul komentator yang tidak berdasarkan fakta di lapangan. Sebagaimana dilansir beberapa media, bahwasanya JK sebagai Wakil Presiden RI berkomentar bahwa kejadian tersebut karena speaker Masjid yang mengganggu masyarakat sekitarnya.
JK MEMFITNAH
Perlu kiranya dilihat FAKTA di lapangan bahwa :
1. Sejak dulu hingga kini, umat Islam di Tolikara TIDAK PERNAH menggunakan speaker untuk acara keagamaan Islam, baik di Masjid mau pun Musholla atau lainnya.
2. Kapolres Tolikara AKBP SUROSO yang ikut Sholat Idul Fithri adalah salah satu saksi korban bahwa TIDAK ADA speaker saat pelaksanaan Sholat Idul Fithri disana.
3. Ada Surat Edaran Resmi dari GIDI Tolikara yang melarang pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Fithri, dan juga melarang pemakaian Jilbab di Tolikara. Jadi, BUKAN SOAL SPEAKER, karena memang tidak ada yang gunakan speaker.
Dengan demikian jelas bahwa komentar JK yang menyatakan bahwa sabab musabbab peristiwa karena speaker Masjid yang mengganggu warga sekitar adalah FITNAH !!!
Tentu komentar JK yang beraroma FITNAH tersebut sangat menyakitkan umat Islam Tolikara, karena mereka sudah jadi korban kebiadaban Kristen, kok malah disalahkan ???!!!
INFO TERAKHIR
Informasi terakhir yang kami terima dari sejumlah Tokoh Islam di Papua sebagai berikut :
1. Bahwa benar ada Surat Edaran GIDI Tolikara tentang pelarangan Shalat Idul Fithri dan Jilbab di Wilayah Tolikara.
2. Bahwa Pelaksanaan Sholat Idul Fithri sudah seizin Kapolres dan sepengetahuan Danramil setempat.
3. Bahwa benar ada Penyerangan saat Sholat Idul Fithri dilaksanakan, dan benar terjadi pembakaran 11 kios muslim dan 2 rumah warga muslim.
4. Bahwa benar ada korban luka bakar dari pihak muslim.
5. Bahwa benar dari pihak perusuh ada satu tewas di tempat dan 2 kritis karena tertembak aparat keamanan, serta beberapa telah ditangkap untuk diproses hukum.
6. Bahwa benar Pendeta yang keluarkan edaran telah buron sampai saat ini.
7. Bahwa benar ada banyak warga luar yang melakukan penyerangan, sehingga patut diduga ada keterlibatan pihak luar / asing sebagai aktor intelektual.
8. Bahwa benar Kapolres dan Ketua DPRD menjamin segera menangkap para pelaku yang buron.
9. Bahwa benar sedang dilakukan penyelesaian komprehensif dengan pendekatan hukum dan kultur Wamena.
10. Bahwa benar pasca kejadian telah digelar pertemuan MUI. Kapolres, Dandim dan DPRD.
KETERLIBATAN ASING
Dugaan keterlibatan Missionaris Asing dalam peristiwa yang dimotori oleh GIDI Tolikara bukan isapan jempol.
Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya GIDI sering mengawal para Missionaris Asing untuk keliling Papua melakukan misi Kristennya.
Selain itu, ternyata ditemukan dokumen bahwasanya GIDI sejak lama telah menjalin kerja sama dengan ISRAEL. Berikut ini foto dokumennya :
Screenshoot 1

Screenshoot 2

Sumber

HABIB RIZIEQ TEGUR KERAS JK
Karena itulah, Imam Besar FPI, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, menanggapi keras pernyataan JK :
"Kita pertanyakan darimana JK menyatakan bahwa sebab peristiwa Tolikara adalah speaker Masjid ??? Dari Intel Blo'on atau dari Otak Dengkul ???
Ciri orang cerdas adalah berpikir dulu baru bicara, karena letak otak di kepala di atas mulut. Mungkin JK terbalik, bicara dulu baru mikir, bahkan mungkin tidak mikir sama sekali ??? Hal itu mungkin karena otak JK di bawah mulut, alias di dengkul ??? Wallaahu A'lam !!!"

SEBELAS PLANET



SEBELAS PLANET

oleh :   Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS
Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan SEBELAS KAUKAB dalam mimpi Nabi Yusuf AS adalah SEBELAS PLANET.
Pertanyaannya, benarkah jumlah PLANET ada 11 (sebelas) ?
DEFINISI PLANET
Konferensi IAU (Internasional Astronomical Union) di Praha - Cheko pada tanggal 24 Agustus 2006 memutuskan bahwa Benda Langit dalam Sistem Tata Surya yang memantulkan cahaya ada tiga kelompok :
1. Planet
Definisinya ialah Benda Langit yang berbentuk bulat dan mengitari Matahari serta merupakan satu-satunya objek yang paling dominan di orbitnya. Kelompok ini mencakup 8 (delapan) Benda Langit, yaitu : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
2. Planet Kerdil (Dwarf Planet)
Definisinya ialah Benda Langit yang berbentuk hampir bulat dan mengitari Matahari tapi tidak dominan di orbitnya dan bukan Satelit. Kelompok ini mencakup 3 (tiga) Benda Langit, yaitu : Pluto, Ceres dan Xena.
3. Benda Kecil Tata Surya (Small Solar System Body)
Definisinya ialah Benda langit yang bukan Planet dan bukan pula Planet Kerdil. Kelompok ini banyak sekali, antara lain : Satelit (seperti Bulan dan Cheron), Asteroid, Meteor, TNO (Trans Neptunian Objects = Objek Lintas Neputunus), NEO (Near Earth Objects = Objek Dekat Bumi), dan lain sebagainya.
PENEMUAN PLANET
Sejak berabad-abad yang lalu, umat manusia sudah mengenal 5 (lima) Planet selain Bumi, yaitu : Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Kelima planet tersebut mudah terlihat dengan mata telanjang dari permukaan Bumi pada saat cuaca cerah.
Uranus baru ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1781 oleh William Herschel dengan bantuan Teleskop. Dan Ceres ditemukan pada tahun 1801. Lalu Neptunus baru ditemukan pada tahun 1846. Sedang Pluto baru ditemukan pada tahun 1930. Belakangan baru ditemukan Xena.
Dengan demikian, sebelum Konferensi IAU tahun 2006 bahwa Benda Langit yang sudah ditemukan dan diakui sebagai Planet ada 11 (sebelas), yaitu : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Ceres, Pluto dan Xena.
Akhirnya, melalui Konferensi IAU tahun 2006 diputuskan pembagian Planet menjadi dua klasifikasi, yaitu :
Pertama, Planet Besar yang dominan di orbitnya, yang mencakup 8 (delapan) Benda Langit, yaitu : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
Kedua, Planet Kecil / Kerdil yang tidak dominan di orbitnya, yang mencakup 3 (tiga) Benda Langit, yaitu : Ceres, Pluto dan Xena.
KESIMPULAN
Dengan uraian di atas menjadi jelas bahwasanya KESEBELAS Benda Langit tersebut, pada mulanya semuanya disebut PLANET. Lalu yang delapan hingga kini tetap disebut sebagai PLANET, sedang yang tiga dinamakan PLANET KERDIL.
Jadi, apa pun namanya dan bagaimana pun KLASIFIKASI PLANET nya, tetap saja tidak merubah jumlah total PLANET dalam System Tata Surya adalah SEBELAS, yaitu :
1. Merkurius 2. Venus
3. Bumi 4. Mars
5. Jupiter 6. Saturnus
7. Uranus 8. Neptunus
9. Ceres 10. Pluto
11. Xena.

Dengan demikian, sama percis dengan INFO QUR'ANI.
Subhaanallaahi wal Hamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu Wallaahu Akbar ...


sumber asli :


https://www.facebook.com/HabibRizieq/posts/416177708583211:0

Diskriminasi media massa terhadap ISLAM


Diskriminasi media massa terhadap ISLAM


penulis : ade setiawan



aku mah apa tuhh. cuma mecahin miras ..ehhh... media teriak .. ini islam GARIS KERAS...
aku mah apa tuhh. cuma demo tolak ahok..ehhh... media teriak ..ini islam GAK TOLERAN.. .
aku mah apa tuhh. cuma bubarin tempat maksiat..ehhh... media teriak .. ini islam ANARKIS...
aku mah apa tuhh. cuma gabung di rohis..ehhh... media teriak .. ini bibit islam TERORIS.. ..
tapi anehnya ada pendeta kristen perintahkan bakar masjid di papua..ehh..media gak teriak tuhh...kristen garis keras dan teroris...
tapi anehnya OPM Papua memberontak NKRI ...ehhh.. media gak teriak tuhhh... itu komplotan teroris...
tapi anehnya Militan budha di myanmar mengusir dan membunuh muslim rohingya dengan BIADAB.. ...ehhh.. media gak teriak ... itu komplotan BUDHA teroris...
dan anehnya muslim di CHINA dilarang BERPUASA sama pemerintahnya ...ehhh.. media gak teriak tuhh ... negeri CHINA GAK TOLERAN...
serta anehnya muslim PALESTINA DI BANTAI YAHUDI ZIONIS LAKNATULLAH .. ehhh... media gak teriak ... itu ZIONIS TERORIS...
serta sekali lagi anehnya Tentara AMERIKA Membantai dan menjajah MUSLIM IRAK .. ehhh... media gak teriak ... itu AMERIKA TERORIS...
ehhh... lahirlah ISIS di irak akibat penjajahan amerika.. ini ISIS memberontak lawan amerika ... ehhh.. apess.. si ISIS baru lahir.. dituduh MEDIA TERORIS..
tapi ngomong-ngomong soal ISIS.. penulis tidak MENDUKUNG ISIS .. dan MEMBELA ISIS.. okee.jangan bahas isis .. lanjut lagi...
tahun kemaren.. Oknum Banser NU mengamankan natal hampir diseluruh indonesia dan tidak kalah polisi dan TNI menjaga ketat hari raya nasrani...
Begitu juga dengan umat lainnya seperti budha dan hindu... Mereka bisa merayakan hari rayanya dengan damai.. yahh karena yang jadi mayoritas di negeri ini siapa?
UMAT ISLAM ! Kalau UMAT ISLAM jadi mayoritas pasti AMAN ! Karena ISLAM Agama Damai dan rahmat tapi tegas terhadap kemungkaran.. tapi kalau disuatu negeri umat islam
jadi minoritas ? yahh siap-siap lah, diperlakukan diskriminasi... dan anehnya MEDIA GAK HEBOH untuk memberitakan itu..
SEKARANG perlakuan aparat untuk umat ISLAM DI HARI RAYA Bagaimana ? yahhh.... kecewa dehh..., Masjid ajah bisa dibakar pas hari raya idul fitri di papua... dan media gak teriak-teriak lagi.. itu teroris..
Jadi kesimpulannya UMAT ISLAM diperlakukan diskriminasi pemberitaan oleh MEDIA..
MEDIA APA YANG Melakukan diskriminasi ? Media sekuler, liberal, dan media-media badut ZIONIS YAHUDI LAKNATULLAH serta SALIBIS international ..
TUGASNYA APA ? Menyebarkan pemahamannya, menutupi aib-aib orang sekuler, liberal, ZIONIS dan melakukan pencitraan dengan media, serta melabelkan kata "JIHAD" yang berarti
"TERORIS", padahal INDONESIA MERDEKA DENGAN ADANYA "JIHAD", tentu JIHAD YANG SYAR"I (JIHAD YANG DIBENARKAN)
Ya sudahlah ... mungkin ini pertanda AKHIR JAMAN .. dunia ini sudah tua.. yang benar disalahkan .. yang salah dibenarkan ..
curhatan pribadi : ade setiawan hamba yang HINA...

Jumat, 17 Juli 2015

SEBELAS KAUKAB

SEBELAS KAUKAB
oleh : HABIB Muhammad Rizieq Syihab


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Dalam QS.12.Yusuf ayat 4 , Allah SWT menceritakan tentang mimpi Nabi Yusuf AS yang melihat Sebelas KAUKAB dan MATAHARI serta BULAN :
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
"(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat SEBELAS KAUKAB dan Matahari serta Bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku".
KAUKAB dan NAJM
Sepanjang sejarah masyarakat Arab, kata KAUKAB selalu diidentikkan dengan kata NAJM yang artinya BINTANG.
Namun, dalam QS.24.An-Nuur : 35, tatkala Allah SWT memberikan perumpamaan Cahaya-Nya, diceritakan tentang REFLEKSI CAHAYA dalam Kaca yang pantulannya bagaikan KAUKAB yang berkilau. Ini menjadi isyarat bahwa cahaya KAUKAB adalah hanya merupakan PANTULAN.
Inilah yang membedakan KAUKAB dan NAJM sebagai Benda Langit. Dimana KAUKAB adalah Benda Langit yang hanya memantulkan cahaya Matahari, bukan memiliki cahaya dari dalam dirinya.
Nah, Benda Langit yang memantulkan cahaya ada yang dominan di orbitnya, itulah yang disebut PLANET seperti Bumi. Namun ada juga yang tidak dominan di orbitnya.
Benda Langit yang memantulkan cahaya dan tidak dominan di orbitnya terbagi dua : Pertama, yang terkait dan ikut menyertai Planet, inilah yang disebut SATELIT seperti Bulan yang jadi Satelit bagi Bumi. Dan Kedua adalah selain Planet dan Satelit.
Sedang NAJM adalah Benda Langit yang menghasilkan cahaya dari dirinya sendiri, bukan pantulan, ini yang dikenal sebagai BINTANG.
Salah satu Bintang di Jagat Raya yang sangat terkenal dan akrab dengan kehidupan manusia di Bumi adalah BINTANG KUNING yang populer dengan nama MATAHARI.
TAFSIR KAUKAB
Dalam banyak kitab Tafsir mau pun Terjemah Al-Qur'an, kata KAUKAB sering diartikan BINTANG. Tentu tidak salah, karena sudah sesuai dengan makna bahasa sebagaimana digunakan masyarakat Arab sejak lama.
Namun, memperhatikan cerita mimpi Nabi Yusuf AS tentang SEBELAS KAUKAB dan MATAHARI serta BULAN, mengisyaratkan bahwa KAUKAB yang dimaksud adalah BENDA LANGIT yang bukan dari jenis BINTANG seperti MATAHARI dan bukan pula dari jenis SATELIT seperti BULAN.
Dengan demikian isyarat ilmiah tersebut menunjukkan bahwasanya yang dimaksud Kaukab dalam ayat tersebut adalah PLANET yang hanya memantulkan cahaya Matahari, tidak memiliki cahaya dari dalam dirinya, dan ia dominan di orbitnya, sehingga tidak menjadi satelit bagi Benda Langit yang lainnya.
Karenanya, para Ahli Mu'jizat Ilmiah Al-Qur'an di era Sains saat ini menafsirkan mimpi Nabi Yusuf AS bahwa beliau melihat SEBELAS PLANET dan MATAHARI serta BULAN.
Subhaanallaah ...
Pertanyaannya : Benarkah jumlah PLANET ada 11 (sebelas) ?
Insya Allah, akan dipaparkan dalam artikel selanjutnya.